Pemberdayaan5 Mei 2026

Perkuat Tata Ruang Konservasi, YEKA dan Masyarakat Pesisir Gresik Pasang Plank Pengamanan Mangrove

Oleh: Admin YEKA

F3.pemasangan Plank Pengamanan Mangrove
F3.pemasangan Plank Pengamanan Mangrove2

Foto: F3.pemasangan Plank Pengamanan Mangrove

GRESIK – Yayasan Elang Katulistiwa Adipavitra (YEKA) bersama pemerintah desa dan komunitas pegiat lingkungan melaksanakan pemasangan plank pengamanan mangrove di kawasan strategis pesisir Kabupaten Gresik pada awal April 2026. Aksi ini merupakan langkah preventif strategis untuk memperkuat status perlindungan ekosistem pesisir serta membangun kesadaran kolektif masyarakat dalam mencegah aktivitas ilegal yang berpotensi merusak vegetasi mangrove di wilayah tersebut.

Pelaksanaan kegiatan dimulai dengan koordinasi lintas sektor yang melibatkan puluhan warga setempat guna memetakan titik-titik rawan gangguan. Sebelum instalasi dilakukan, YEKA memfasilitasi Focus Group Discussion (FGD) sebagai wadah penyerapan aspirasi masyarakat. Dalam forum lapangan tersebut, warga memberikan masukan mengenai lokasi penempatan plank di akses masuk utama dan jalur mobilitas nelayan agar fungsi edukasi dapat berjalan optimal tanpa mengganggu aktivitas ekonomi berkelanjutan. Proses pemasangan dilakukan secara gotong royong, mencerminkan integrasi antara dukungan teknis organisasi dengan semangat swadaya lokal.

“Pemasangan plank ini adalah instrumen fisik dari sebuah kesepakatan sosial yang lebih besar. Melalui FGD, kami menyatukan persepsi bahwa perlindungan mangrove bukan merupakan pembatasan, melainkan upaya menjaga aset desa yang menyokong ketersediaan ikan dan pencegahan abrasi. Partisipasi aktif warga dalam setiap tahap memastikan bahwa aturan yang tertulis di papan tersebut akan ditaati karena merupakan keputusan bersama,” tegas Direktur Komunikasi YEKA saat memandu jalannya diskusi di lokasi.

Forum multipihak tersebut menghasilkan sejumlah komitmen krusial, di antaranya kesepakatan pelarangan aktivitas penebangan atau pengalihan fungsi lahan mangrove secara sepihak. Sebagai bentuk tanggung jawab mandiri, perwakilan warga desa menyatakan kesediaan mereka untuk melakukan patroli rutin guna memantau kondisi plank dan kawasan konservasi dari ancaman perusakan. Dukungan ini disambut baik oleh pemerintah desa yang berencana mengintegrasikan program rehabilitasi ini ke dalam agenda pembangunan desa berkelanjutan.

Capaian dari aksi ini tidak hanya terlihat dari terpasangnya papan informasi di titik-titik strategis, tetapi juga terciptanya roadmap pengelolaan pesisir yang lebih tertata. Ke depan, desa-desa di pesisir Gresik yang telah menjalankan sistem pengamanan ini akan dijadikan proyek percontohan (pilot project) konservasi mangrove berbasis masyarakat. Evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas plank dan komitmen patroli warga dijadwalkan akan dilakukan pada semester kedua tahun 2026.

Sinergi antara YEKA, masyarakat, dan pemerintah desa dalam pengamanan kawasan ini menegaskan bahwa keberhasilan konservasi sangat bergantung pada kolaborasi sosial yang inklusif. Langkah ini diharapkan menjadi fondasi bagi terciptanya ekosistem pesisir yang lestari, sekaligus menjamin kedaulatan ekologis bagi masyarakat pesisir Gresik di masa depan.