GRESIK – Kelompok Rumah Kelola Sampah Sukomulyo Mandiri di Desa Sukomulyo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, berhasil memproduksi puluhan liter Bahan Bakar Minyak (BBM) alternatif dari konversi puluhan kilogram sampah plastik sepanjang bulan Juni 2026. Keberhasilan program renewable energy berbasis masyarakat ini dicapai melalui lima siklus produksi pirolisis intensif di bawah pendampingan rutin Yayasan Elang Katulistiwa (YEKA) dan didukung penuh oleh program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Smelting guna mendorong implementasi ekonomi sirkular yang nyata di kawasan penyangga industri.
Dalam periode pendampingan tersebut, teknologi pirolisis yang digunakan berhasil mengonversi 46 kilogram sampah plastik menjadi 31,5 liter BBM alternatif, yang terbagi atas 23 liter solar, 4 liter bensin, dan 4,5 liter minyak tanah. Bahan baku utama diperoleh dari hasil pemilahan dan pembelian sampah masyarakat yang mencapai 160,70 kilogram, sekaligus diperkuat oleh pasokan hibah sampah industri sebanyak 83,30 kilogram dari PT JIBE KOKO dan PT Smelting demi menjaga stabilitas persediaan operasional. Siklus produksi teknis yang berjalan pada tanggal 1, 3, 5, 8, dan 10 Juni 2026 ini juga menjadi momentum penguatan kapasitas kelompok di tengah proses regenerasi dan pelatihan intensif bagi operator pengganti.
"Tantangan adaptasi operator baru di lapangan justru memicu kami untuk mempercepat standardisasi teknis serta memperketat kedisiplinan administrasi kelompok. Dukungan pasokan sampah yang konsisten dari masyarakat serta kemitraan industri sangat membantu memastikan mesin pirolisis kami tetap produktif menghasilkan energi terbarukan yang manfaatnya langsung dirasakan warga," ujar perwakilan pengurus Kelompok Rumah Kelola Sampah Sukomulyo Mandiri.
Langkah keberlanjutan program ke depan akan difokuskan oleh tim pendamping YEKA pada penyusunan jadwal perawatan rutin alat pirolisis, perluasan jaringan pemasaran produk solar yang saat ini sudah terserap sebanyak 15 liter, serta penguatan pencatatan administrasi stok dan keuangan secara berkala agar margin usaha kelompok tetap bergerak positif.