MANYARSIDOMUKTI, GRESIK – Pemerintah Desa Manyarsidomukti bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan multipihak menyelenggarakan Workshop Pengembangan Ekowisata Mangrove Kalimireng di Balai Desa Manyarsidomukti, Rabu (11/09). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah strategis dalam mengonsolidasikan kapasitas sumber daya manusia (SDM) lokal untuk mewujudkan pengelolaan destinasi wisata berbasis konservasi yang mandiri dan berkelanjutan di Kabupaten Gresik.
Forum yang diikuti oleh 30 perwakilan dari unsur Pokmaswas, PKK, akademisi, hingga pelaku usaha lokal ini fokus pada empat pilar utama pengembangan: edukasi, konservasi, pemasaran digital, dan layanan wisata. Pelaksanaan workshop dimulai dengan pemaparan konsep ekowisata inklusif oleh tim fasilitator Yayasan Elang Katulistiwa Adipavitra (YEKA), yang menekankan pentingnya menjaga daya dukung lingkungan di tengah upaya peningkatan ekonomi desa. Peserta terlibat aktif dalam simulasi penyusunan paket wisata yang menggabungkan atraksi alam dengan muatan edukasi pelestarian pesisir.
“Workshop ini adalah upaya kita bersama untuk memastikan bahwa masyarakat Manyarsidomukti bukan sekadar menjadi penonton, melainkan motor penggerak utama ekowisata. Kapasitas SDM sebagai pemandu edukatif harus terus diasah agar pengunjung pulang membawa pengetahuan, bukan sekadar foto. Sinergi ini adalah fondasi agar Kalimireng bisa bersaing di tingkat nasional,” ujar Direktur Komunikasi YEKA saat memberikan pendampingan dalam sesi diskusi kelompok terarah (FGD).
Selain aspek manajerial, forum ini memberikan porsi besar pada pelatihan pemasaran digital. Peserta dibekali teknik optimasi media sosial dan platform daring guna memperluas jangkauan promosi destinasi secara mandiri. Perwakilan Pemerintah Desa Manyarsidomukti dalam sambutannya menegaskan bahwa keberlanjutan ekowisata Kalimireng bergantung pada kolaborasi lintas sektor, di mana setiap unsur masyarakat mulai dari nelayan hingga pelaku UMKM memiliki peran dalam rantai nilai wisata edukatif tersebut.
Capaian penting dari workshop ini mencakup kesepakatan diversifikasi produk wisata yang melibatkan keterlibatan aktif kelompok PKK dalam penyediaan konsumsi dan cenderamata khas lokal. Sebagai rencana tindak lanjut jangka pendek, pengelola akan melaksanakan pelatihan manajemen destinasi tingkat lanjutan serta evaluasi berkala setiap semester. Langkah ini merupakan bagian dari peta jalan besar untuk mempromosikan Kalimireng sebagai destinasi wisata edukatif unggulan yang dijadwalkan menembus pasar internasional pada tahun 2026.
Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama seluruh elemen desa untuk menjaga keasrian hutan mangrove sebagai daya tarik utama. Sinergi multipihak ini diharapkan tidak hanya melestarikan ekosistem pesisir dari ancaman kerusakan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang nyata dan merata bagi seluruh masyarakat Desa Manyarsidomukti.