Pemberdayaan5 Mei 2026

Perkuat Tata Kelola Pesisir, YEKA dan PT Cargill Tuntaskan Pendampingan Ekowisata Manyarsidomukti

Oleh: Admin YEKA

H2.pendampingan Ekowisata Manyarsidomukti
H2.pendampingan Ekowisata Manyarsidomukti2

Foto: H2.pendampingan Ekowisata Manyarsidomukti

GRESIK – Yayasan Elang Katulistiwa Adipavitra (YEKA) bersama PT Cargill dan Pemerintah Desa Sidomukti berhasil merampungkan program pendampingan ekowisata berbasis lingkungan di Arboretum Kalimireng yang berlangsung sejak Agustus 2024 hingga Februari 2025. Program lintas semester ini bertujuan untuk memantapkan kemandirian masyarakat dalam mengelola potensi wisata edukatif melalui penguatan kelembagaan Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

Selama periode pendampingan, serangkaian forum koordinasi dan diskusi kelompok terarah (FGD) dilakukan secara intensif dengan melibatkan 30 hingga 50 peserta yang terdiri dari unsur BPD, PKK, Karang Taruna, hingga pengelola BUMDes. Proses ini mencapai puncaknya pada Februari 2025 dengan finalisasi struktur organisasi Pokdarwis Sidomukti yang lebih inklusif dan disahkan melalui SK Kepala Desa. Selain penguatan internal, tim fasilitator YEKA mendampingi penyusunan paket wisata strategis seperti "Mangrove Camp" serta integrasi kurikulum mangrove bagi sekolah-sekolah di wilayah Manyar Komplek.

“Pendampingan ini adalah ikhtiar untuk memastikan bahwa ekowisata Kalimireng memiliki fondasi manajemen yang tangguh. Kami memfasilitasi masyarakat untuk merancang masa depan desanya sendiri, mulai dari teknis pembibitan di arboretum hingga strategi pemasaran paket edukasi. Sinergi ini menjamin bahwa setiap jengkal mangrove yang dilestarikan memberikan dampak kesejahteraan nyata bagi warga,” ujar Direktur Komunikasi YEKA di sela-sela rapat evaluasi bulanan.

Dukungan terhadap keberlanjutan program ini juga ditegaskan oleh Camat Manyar yang hadir dalam forum diskusi multipihak. Pihaknya menekankan bahwa sinergi antara dana tanggung jawab sosial (CSR) dari mitra swasta seperti PT Cargill dengan inisiatif warga desa merupakan kunci keberhasilan pembangunan pesisir. "Kami mengapresiasi keterlibatan PKK dan pemuda dalam struktur baru ini. Dengan adanya bimbingan teknis rutin, kita optimis Manyarsidomukti akan menjadi model nasional bagi wisata edukatif berbasis konservasi," ungkapnya dalam sesi konsolidasi.

Capaian program ini mencakup publikasi brosur wisata edukatif serta penetapan zona arboretum sebagai pusat pembibitan dan media ekoliterasi. Sebagai rencana tindak lanjut, pada periode Maret hingga Juni 2025, pengelola akan fokus pada bimbingan teknis operasional dan pelaksanaan Mangrove Camp perdana. Melalui sistem pendampingan yang sistematis ini, YEKA bersama mitra memastikan bahwa transisi pengelolaan ekowisata berjalan secara profesional, transparan, dan mampu menjaga kedaulatan ekologis masyarakat Manyarsidomukti secara berkelanjutan.