GRESIK – Sebagai upaya mitigasi risiko bencana ekologis dan penurunan emisi gas rumah kaca di tingkat tapak, program replikasi kawasan tangguh iklim terus diakselerasi secara masif. Sepanjang periode 2 hingga 24 April 2026, jajaran fasilitator lapangan Yayasan Elang Katulistiwa berkolaborasi dengan investasi sosial korporasi PT Smelting melaksanakan rangkaian agenda Pendampingan Rutin Lokasi Binaan Program Kampung Iklim (ProKlim) Lestari di enam wilayah strategis Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
Intervensi sistemik yang dilaksanakan secara bertahap ini menjadikan keberhasilan ProKlim Lestari RW 01 Desa Prupuh sebagai jangkar utama untuk mentransfer kapasitas kelembagaan menuju lima wilayah perluasan baru, yakni Dusun Masangan Tengah, RW 08 Desa Sukomulyo, RW 05 Desa Kedanyang, RW 02 Desa Prupuh, serta RW 01 Desa Ketanen. Rangkaian kegiatan diawali dengan konsolidasi internal dan restrukturisasi portofolio tugas kader di wilayah Prupuh, yang kemudian dilanjutkan dengan pemetaan spasial potensi lingkungan, identifikasi tingkat kesiapan sosial, hingga pembentukan struktur Kelompok Masyarakat (Pokmas) pelaksana di masing-masing desa rintisan.
Pendekatan pendampingan disesuaikan secara spesifik berdasarkan tipologi wilayah tapak. Di Dusun Masangan Tengah, intervensi difokuskan pada penguatan sektor ketahanan pangan mandiri yang menjadi keunggulan kawasan. Sementara di RW 05 Desa Kedanyang, tingginya partisipasi warga diarahkan langsung pada akselerasi penataan ruang pemukiman ramah lingkungan. Guna memastikan seluruh gerakan di tingkat akar rumput ini memiliki kepastian hukum dan keberlanjutan jangka panjang, koordinasi intensif terus dibangun bersama jajaran Pemerintah Desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setempat yang memberikan dukungan regulasi secara penuh.
Meskipun tim mengidentifikasi sejumlah tantangan di lapangan—seperti fluktuasi komitmen kader, keterbatasan infrastruktur lingkungan awal, serta belum meratanya pemahaman teknis mengenai tata kelola adaptasi perubahan iklim—langkah mitigasi telah disepakati melalui penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL). Warga secara kolektif berkomitmen melaksanakan sosialisasi lanjutan, pelatihan teknis berbasis praktik lapangan, hingga pelembagaan forum monitoring berkala.
"Pendampingan multi-lokasi ini melampaui sekadar aktivitas penataan lingkungan fisik secara konvensional. Kita sedang meletakkan sistem kerja birokrasi hijau yang mandiri di tingkat tapak. Melalui pembentukan Pokmas yang terstruktur dan didukung penuh oleh kebijakan pemerintah desa, kami optimis wilayah-wilayah rintisan ini mampu menyamai, bahkan melampaui capaian predikat ProKlim Utama yang telah diraih wilayah induk," ujar perwakilan tim fasilitator lapangan di sela-sela agenda pembentukan Pokmas baru.
Melalui komitmen investasi sosial yang terintegrasi dengan parameter Environmental, Social, and Governance (ESG) dari PT Smelting, program inkubasi ini diproyeksikan menjadi percontohan nasional bagaimana kemitraan multipihak mampu membangun kemandirian ekologis masyarakat dalam menghadapi krisis iklim global secara nyata dan terukur.