GRESIK – Sembilan anggota Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) bersama fasilitator lapangan mengarungi pesisir utara Desa Pangkah Kulon untuk melakukan penyulaman 1.000 bibit mangrove pada Senin, 15 Juni 2026. Langkah konservasi ini diinisiasi bersama PT. Smelting sebagai bagian dari komitmen jangka panjang dalam memperkuat benteng alami pesisir dari ancaman abrasi, sekaligus memulihkan ekosistem pendukung desa wisata setempat.
Aksi lapangan yang berlangsung selama tiga jam ini menyasar titik-titik penanaman sebelumnya yang mengalami kerusakan akibat dinamika cuaca laut. Menggunakan dua armada perahu untuk mobilisasi logistik dan personel, tim menyisir area berlumpur guna memastikan setiap bibit baru tertanam kokoh menggunakan ajir penyangga yang telah disiapkan sejak beberapa hari sebelumnya.
Keterlibatan aktif Pokmaswas dalam seluruh tahapan kegiatan, mulai dari koordinasi, pemesanan ajir pada 13 Juni, hingga proses penanaman, menjadi strategi utama untuk menumbuhkan rasa kepemilikan komunal terhadap ekosistem pantai. Penyelamatan kawasan pesisir ini tidak hanya berdampak pada perbaikan ekologis, tetapi juga memberikan stimulus ekonomi langsung bagi masyarakat yang terlibat sebagai tenaga pengelola lapangan.
"Langkah penyulaman ini sangat krusial untuk memastikan persentase kelangsungan hidup (survival rate) mangrove di Pangkah Kulon tetap tinggi. Kami tidak sekadar menanam, melainkan memastikan bahwa struktur sabuk hijau yang terbangun benar-benar rapat sehingga mampu menjadi rumah yang aman bagi keanekaragaman hayati pesisir, seperti kepiting dan burung migran," ujar salah satu fasilitator program di lapangan.
Melalui pembiayaan berbasis program berkelanjutan, penguatan vegetasi pesisir ini diproyeksikan akan terus dipantau secara berkala. Langkah nyata ini menegaskan bahwa pemulihan lingkungan hidup yang sukses selalu bertumpu pada kolaborasi yang konsisten antara sektor industri yang bertanggung jawab dan komunitas lokal yang berdaya.