GRESIK – Yayasan Elang Katulistiwa Adipavitra (YEKA) bersama 10 sekolah dampingan dan komunitas nelayan Manyarsidomukti melaksanakan kegiatan pemeliharaan mangrove intensif di kawasan pesisir Kalimireng, Kabupaten Gresik, sepanjang periode Program Tahap II. Aksi kolektif ini bertujuan untuk menjaga tingkat kelangsungan hidup tanaman pasca-penanaman serta memperkuat resiliensi ekosistem pesisir melalui keterlibatan aktif lintas sektor.
Kegiatan pemeliharaan ini mencakup serangkaian intervensi teknis di beberapa titik prioritas, mulai dari area tambak sisi barat balai nelayan hingga kawasan camping ground. Para peserta yang terdiri dari relawan, pelajar, dan nelayan dibagi ke dalam kelompok kerja untuk melakukan pembersihan gulma yang menghambat pertumbuhan bibit, perbaikan sistem ajir bambu di seluruh area tanam, serta pembangunan pagar pelindung sementara di jalan masuk wisata. Selain itu, tim melakukan penyulaman sebanyak 1.000 bibit mangrove di area Tambak Pak Cik guna memastikan kepadatan vegetasi tetap terjaga sesuai target restorasi.
“Pemeliharaan adalah fase krusial yang menentukan keberhasilan transformasi ekosistem. Kami tidak hanya memastikan bibit ini bertahan secara fisik, tetapi juga membangun sistem pengawasan berbasis komunitas. Pelibatan 10 sekolah dampingan di sini menjadi kunci agar nilai-nilai konservasi terinternalisasi dalam pendidikan karakter siswa,” ujar Direktur Komunikasi YEKA saat memberikan pengarahan teknis di lokasi.
Partisipasi sekolah dampingan dalam agenda ini tidak hanya terbatas pada aksi fisik, namun juga menghasilkan komitmen strategis. Perwakilan sekolah yang hadir menyepakati untuk mengintegrasikan kegiatan pemeliharaan mangrove ke dalam kurikulum Lingkungan Hidup (PLH) di masing-masing instansi. Hal ini disambut baik oleh komunitas nelayan setempat yang merasa terbantu dalam menjaga wilayah tangkapan dan pelindung abrasi di desa mereka. Suasana gotong royong terlihat kental saat para siswa dan nelayan bekerja sama membenahi ajir di tengah kondisi pasang surut air laut.
Capaian nyata dari program tahap II ini meliputi revitalisasi infrastruktur pelindung tanaman dan pembersihan lahan dari tanaman pengganggu secara menyeluruh. Dokumentasi pertumbuhan bibit juga dilakukan sebagai basis data untuk monitoring berkala yang dijadwalkan setiap tiga bulan. Langkah ini penting untuk mengevaluasi efektivitas penyulaman dan memastikan intervensi yang dilakukan tepat sasaran.
Melalui sinergi multipihak ini, kawasan Kalimireng diproyeksikan berkembang menjadi laboratorium alam dan destinasi wisata edukasi mangrove berbasis sekolah. Komitmen berkelanjutan dari YEKA bersama mitra pendidikan dan masyarakat lokal menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan pesisir Kabupaten Gresik yang lestari dan bermanfaat secara sosial-ekonomis bagi generasi mendatang.