Pemberdayaan8 Juni 2026

Akselerasi Desa Tangguh Bencana: Warga Roomo Dorong Pengadaan Alat Mitigasi Udara dan Reaktivasi FPRB

Oleh: Admin YEKA

Foto Bersama
Pemaparan Hasil Kajian
Pembukaan
Sesi Diskusi

Foto: Foto Bersama

GRESIK – Perangkat desa beserta seluruh elemen masyarakat Desa Roomo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, menggelar sosialisasi intensif program Desa Tangguh Bencana (DESTANA) tahun 2026. Langkah taktis ini diambil guna merespons karakteristik geografis Desa Roomo yang berada di wilayah pesisir sekaligus berbatasan langsung dengan area industri perimeter luar. Forum komunikasi partisipatif ini difungsikan untuk mengidentifikasi ancaman lingkungan ganda, mulai dari penetrasi banjir rob akibat fluktuasi pasang surut air laut hingga kesiapsiagaan menghadapi risiko kegagalan teknologi kawasan industri di sekitar permukiman warga.

Diskusi interaktif yang melibatkan unsur ketua RT/RW, Karang Taruna, dan kader penggerak lingkungan tersebut menyoroti pentingnya ketersediaan sarana informasi darurat yang memadai di lapangan. Berdasarkan kajian mandiri warga, keterbatasan alat pendukung mitigasi menjadi tantangan krusial saat ini. Untuk mengantisipasi potensi pencemaran udara atau kebocoran gas berbahaya, masyarakat mendesak perlunya pengadaan alat penunjuk arah angin eksternal serta sistem informasi digital terintegrasi yang berfungsi sebagai panduan rute evakuasi mandiri berdasarkan arah embusan angin di lapangan.

Selain pemantauan kualitas udara, urgensi pelindungan area pesisir dari dampak perubahan iklim global turut mendominasi jalannya sosialisasi. Tingginya intensitas limpasan air laut yang kerap melewati batas daratan mendorong peserta mengusulkan pemasangan sensor pemantau ketinggian air laut (tide gauge) sebagai basis sistem peringatan dini banjir rob. Tingginya antusiasme serta banyaknya aspirasi taktis dari warga membuat durasi pertemuan tergolong terbatas untuk membedah seluruh aspek teknis operasional penanggulangan secara mendalam.

"Keterkaitan antara adaptasi perubahan iklim, tata kelola sampah pesisir, dan mitigasi risiko industri adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Tingginya kepedulian warga dalam forum ini kami respons cepat dengan menyepakati rencana tindak lanjut utama, yaitu pengaktifan kembali Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Desa Roomo sebagai wadah formal penyusunan peta rawan dan mitigasi berkala," papar perwakilan pemateri teknis di akhir sesi sosialisasi.

Inisiatif penguatan kapasitas ketahanan sosial-lingkungan ini berjalan melalui kemitraan strategis bersama program CSR PT Smelting. Melalui implementasi rencana tindak lanjut yang telah disepakati, ke depan akan diprioritaskan pemetaan titik rawan bencana secara spasial, standarisasi jalur evakuasi, serta perumusan forum komunikasi lintas perusahaan di lingkar industri sekitar Desa Roomo. Langkah akselerasi ini diharapkan mampu mengoptimalkan kontribusi dunia usaha dalam mendukung pemenuhan hak atas lingkungan hidup yang aman, sehat, dan tangguh bagi masyarakat lokal secara berkelanjutan.